Etika Bisnis Perusahaan
PENDAHULUAN
Sebagian besar orang beranggapan
bahwa dalam menjalankan bisnis seorang pebisnis tidak perlu mengindahkan
aturan-aturan, norma-norma serta nilai moral yang berlaku dalam bisnis karena
bisnis merupakan suatu persaingan, sehingga pelaku bisnis harus memfokuskan
diri untuk berusaha dengan berbagai macam cara dan upaya agar bisa menang dalam
persaingan bisnis yang ketat. Dalam bisnis terdapat aturan yang penuh dengan
persaingan dan tentunya aturan-aturan tersebut berbeda dengan aturan moral dan
sosial yang biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pebisnis yang
ingin mematuhi atau menerapkan aturan moral atau etika akan berada pada posisi
yang tidak menguntungkan.
Namun, anggapan tersebut tidak
sepenuhnya benar karena ternyata beberapa perusahaan dapat berhasil karena
memegang teguh kode etis dan komitmen moral tertentu. Bisnis merupakan
aktivitas yang penting dari masyarakat, sehingga norma dan nilai moral yang dianggap
baik dan berlaku di masyarakat dibawa dan diterapkan ke dalam kegiatan bisnis. Sebuah perusahaan yang unggul sebaiknya tidak hanya tergantung pada kinerja
yang baik, pengaturan manejerial dan financial yang baik , keunggulan teknologi
yang dimiliki, sarana dan prasarana yang dimiliki melainkan juga harus didasari
dengan etis dan etos bisnis yang baik. Dengan memperhatikan etos dan etis
bisnis yang baik maka kepercayaan konsumen terhadap perusahaan tetap terjaga.
Hal ini tentunya membantu perusahaan dalam menciptakan citra bisnis yang baik
dan etis.
TEORI
Kata “Etika”
itu berasal dari dari kata Yunani yaitu ‘Ethos’ yang artinya adat istiadat.
Etika bisa dibilang sebagai kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang
maupun pada suatu masyarakat. Etika itu punya kaitan sama nilai-nilai, tatacara
hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan termasuk juga semua kebiasaan yang
dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain, atau dari satu generasi ke
generasi yang lain. Seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
1.
O.P. Simorangkir : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut
ukuran dan nilai yang baik.
2.
Sidi Gajalba : etika
adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik
dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
3.
Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral
yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
4.
Griffin and Ebert : Etika Bisnis (business ethics) merupakan penerapan
etika secara umum terhadap perilaku bisnis. Secara lebih khusus lagi makna
etika bisnis menunjukkan perilaku etis maupun tidak etis yang dilakukan manajer
dan karyawan dari suatu organisasi perusahaan.
5.
Epstein : menyatakan etika
bisnis menunjukkan refleksi moral yang dilakukan oleh pelaku bisnis secara
perorangan maupun secara kelembagaan (organisasi) untuk menilai suatu isu, di
mana penilaian ini merupakan pilihan terhadap nilai yang berkembang dalam suatu
masyarakat. Melalui pilihan nilai tersebut, individu atau organisasi akan
memberikan penilaian apakah sesuatu yang dilakukan itu benar atau salah, adil
atau tidak serta memiliki kegunaan (utilitas) atau tidak.
Etika dalam
perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia
orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan
sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan
bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil
keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita
pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi
kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian
sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Etika
dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai :
a.
Nilai
dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
b.
Masalah
kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum
diterima
·
Beberapa Prinsip
Etika
a.
Prinsip Otonomi (Sadar sendiri tentang
kebaikan)
b.
Prinsip Kejujuran
c.
Prinsip Keadilan
d.
Prinsip Saling Menguntungkan
·
Jangkauan Etika
Bisnis
- Etika bisnis sebagai etika profesi membahas prinsip, kondisi dan masalah praktek etis.
- Etika bisnis berfungsi menggugah kesadaran moral pelaku bisnis agar berbisnis secara baik dan etis.
- Etika bisnis sebagai acuan bagi pebisnis agar berbisnis tidak merugikan konsumen, tenaga kerja dan masyarakat luas.
·
Hal-hal
Yang Harus Diperhatikan Dalam Menciptakan Etika Bisnis :
- Pengendalian Diri; (Tdk menerima apapun)
- Pengembangan tanggungjawab sosial;
- Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi;
- Menciptakan persaingan yang sehat;
- Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan“;
- Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi);
- Mampu menyatakan yang benar itu benar;
- Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah;
- Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama;
- Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati;
- Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan;
·
Masalah
etika dalam bisnis
- Suap (Bribery),
- Paksaan (Coercion),
- Penipuan (Deception),
- Pencurian (Theft),
- Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination)
·
Pengertian Bisnis
Menurut
Griffin & Ebert
Bisnis
merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan
untuk mendapatkan keuntungan. Yang dapat
disimpulkan dari bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu
dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui
penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
·
Aspek - Aspek Bisnis:
1. Kegiatan
individu dan kelompok
2. Penciptaan
nilai
3. Penciptaan
barang dan jasa
4. Keuntungan
melalui transaksi
·
Fungsi Bisnis
Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikroekonomi dan
makroekonomi
1. Fungsi Mikro
Bisnis
Kontribusi
terhadap pihak yang berperan
langsung
a. Pekerja/
Karyawan
Pekerja
menginginkan gaji yang layak dari hasil kerjanya sementara manajer menginginkan
kinerja yang tinggi yang ditunjukkan besarnya omzet penjualan dan laba.
b. Dewan
Komisaris
Memantau
kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan kegiatan akan berjalan mencapai
tujuan.
c. Pemegang
Saham
Pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggung jawab
tertentu terhadap perusahaan.
2.
Fungsi Makro Bisnis
Kontribusi terhadap pihak yang terlibat secara tidak
langsung
a.
Masyarakat sekitar
perusahaan
Memberikan
kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan
b. Bangsa
dan Negara
Tanggungjawab
kepada bangsa dan negara yang diwujudkan dalam bentuk kewajiban membayar pajak.
·
Cara
Mengatasi Perusahaan Yang Tidak Menerapkan Etika didalam Bisnisnya
Dalam etika bisnis apabila perilaku mencegah pihak
lain menderita kerugian dipandang sebagai perilaku yang etis, maka perusahaan
yang menarik kembali produknya yang memiliki cacat produksi dan dapat
membahayakan keselamatan konsumen, dapat dipandang sebagai perusahaan yang
melakukan perilaku etis dan bermoral. Pada dasarnya kegiatan bisnis
tidaklah hanya bertujun untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menghalalkan
segala cara melainkan perlu adanya perilaku etis yang diterapkan oleh semua
perusahaan. Etika yang diterapkan oleh sebuah perusahaan bukanlah salah satu
penghambat perusahaan untuk dapat berkompetisi dengan para pesaingnya melainkan
untuk dipandang oleh masyarakat bahwa perusahaan yang menerapkan etika didalam
perusahaan bisnis adalah sebagai perusahaan yang memiliki perilaku etis dan
bermoral.
Setidaknya terdapat tujuh alasan yang mendorong
perusahaan untuk menjalankan bisnisnya secara etis yang akan dirangkum sebagai
berikut:
1.
Meningkatnya harapan publik agar
perusahaan menjalankan bisnisnya secara etis.
2.
Penerapan etika bisnis mencegah
agar perusahaan tidak melakukan berbagai tindakan yang membahayakan stakeholders
lainnya.
3.
Penerapan etika bisnis di perusahaan
dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
4.
Penerapan etika bisnis seperti
kejujuran, menepati janji, dan menolak suap dapat meningkatkan kualitas
hubungan bisnis di antara dua pihak yang melakukan hubungan bisnis.
5.
Penerapan etika bisnis agar
perusahaan terhindar dari penyalahgunaan yang dilakukan karyawan maupun
kompetitor yang bertindak tidak etis.
6.
Penerapan etika bisnis perusahaan
secara baik di dalam suatu perusahaan dapat menghindarkan terjadinya
pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi kerja
7.
Perusahaan perlu menerapkan etika
bisnis dalam menjalankan usahanya, untuk mencegah agar perusahaan (yang
diwakili para pimpinannya) tidak memperoleh sanksi hukum karena telah
menjalankan bisnis secara tidak etis.
·
Fungsi
Etika Bisnis Terhadap Perusahaan
Setelah mengetahui betapa
pentingnya etika yang harus diterapkan pada perusahaan bisnis, tentunya etika
memiliki fungsi yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan itu sendiri.
Permasalahan etika bisnis yang terjadi di perusahaan bervariasi antara fungsi
perusahaan yang satu dan fungsi perusahaan lainnya. Hal ini terjadi karena
operasi perusahaan sangat terspesialisasi dalam berbagai bidang profesi,
sehingga setiap fungsi perusahaan cenderung memiliki masalah etika tersendiri.
Berikut ini akan dibahas berbagai permasalahan etika bisnis yang terjadi di
beberapa bidang fungsi perusahaan, yaitu: etika bisnis di bidang akuntansi
(accounting ethics), keuangan (finance ethics), produksi dan pemasaran
(production and marketing ethics), sumber daya manusia (human resources
ethics), dan teknologi informasi (information technology ethics) yang dapat
dijelaskan sebagai berikut :
1.
Etika Bisnis di Bidang Akuntansi (Accounting Ethics)
Fungsi akuntansi merupakan komponen
yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan demikian kejujuran, integritas, dan
akurasi dalam melakukan kegiatan akuntansi merupakan syarat mutlak yang harus
diterapkan oleh fungsi akuntansi. Salah satu praktik akuntansi yang dianggap
tidak etis misalnya penyusunan laporan keuangan yang berbeda untuk berbagai
pihak yang berbeda dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penyusunan laporan
keuangan seperti itu. Dalam realita kegiatan bisnis sering kali ditemukan perusahaan
yang menyusun laporan keuangan yang berbeda untuk pihak-pihak yang berbeda. Ada
laporan keuangan internal perusahaan, laporan keuangan untuk bank, dan laporan
keuangan untuk kantor pajak. Dengan melakukan praktik ini, bagian akuntansi
perusahaan secara sengaja memanipulasi data dengan tujuan memperoleh keuntungan
dari penyusunan laporan palsu tersebut.
2.
Etika
bisnis di Bidang Keuangan (Financial Ethics)
Skandal keuangan yang berasal dari
pelaksanaan fungsi keuangan yang dijalankan secara tidak etis telah menimbulkan
berbagai kerugian bagi para investor. Pelanggaran etika bisnis dalam bidang
keuangan dapat terjadi misalnya melalui praktik window dressing terhadap
laporan keuangan perusahaan yang akan mengajukan pinjaman ke bank. Melalui praktik
ini seolah-olah perusahaan memiliki rasio-rasio keuangan yang sehat sehingga
layak untuk mendapatkan kredit. Padahal sebenarnya kondisi keuangan keuangan
perusahaan tidak sesehat seperti yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang
telah dipercantik. Contoh lain pelanggaran etika keuangan misalnya melalui
penggelembungan nilai agunan perusahaan, sehingga perusahaan dapat memperoleh
kredit melebihi nilai agunan kredit yang sesungguhnya.
3.
Etika
bisnis di Bidang Produksi dan Pemasaran (Production and Marketing Ethics).
Hubungan yang dilakukan perusahaan
dengan para pelanggannya dapat menimbulkan berbagai permasalahan etika bisnis
di bidang produksi dan pemasaran. Untuk melindungi konsumen dari perlakuan yang
tidak etis yang mungkin dilakukan oleh perusahaan, pemerintah Indonesia telah
memberlakukan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Undang-undang ini dijelaskan berbagai perbuatan yang dilarang dilakukan oleh
pelaku usaha. Antara lain, pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau
memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:
1. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar
yang dipersyarakatkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih
atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label
atau etiket barang tersebut.
3. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan,
dan jumlah hitungan menurut ukuran yang sebenarnya.
4. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan,
keistimewaan, atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket, atau
keterangan barang dan/atau jasa tersebut.
4. Etika Bisnis di Bidang Teknologi Informasi (Information Technology Ethics)
Salah satu area yang memiliki
pertumbuhan masalah etika bisnis paling besar di era 1990-an sampai awal tahun
2000 adalah bidang teknologi informasi. Hal-hal yang dapat memunculkan
permasalahan etika dalam bidang
ini meliputi: serangan terhadap wilayah privasi
seseorang, pengumpulan, penyimpanan, dan akses terhadap informasi usaha
terutama melalui transaksi e-commerce, perlindungan hak cipta yang menyangkut
pembuatan software, musik, dan hak kekayaan intelektual.
ANALISIS
Ada beberapa kesimpulan yang
dapat diajukan disini untuk menunjukkan bahwa justru demi memperoleh keuntungan
etika sangat dibutuhkan , sangat relevan, dan mempunyai tempat yang sangat
strategis dalam bisnis`dewasa ini. Karena memperoleh keuntungan dari etika
menjadikan penentu perusahaan tersebut untuk bertahan atau tidaknya. Meraup
keuntungan dari hasil yang tidak menerapkan etika bisnis dalam perusahaan dan
tidak adanya kejujuran dari para pegawai perusahaan tersebut menjadi faktor
penyebab terjadinya ke pailitan atau kebangkrutan perusahaan tersebut karena
tidak menerapkan etika didalam bisnis.
Dengan kata lain, bisnis memang
punya etika dan karena itu etika bisnis memang relevan untuk dibicarakan.
mengenai keterkaitan antara tujuan bisnis dan mencari keuntungan dan etika
memperlihatkan bahwa dalam iklim bisnis yang terbuka dan bebas, perusahaan yang
menjalankan bisnisnya secara baik dan etis, yaitu perusahaan yang memperhatikan
hak dan kepentingan semua pihak yang terkait dengan bisnisnya, akan berhasil
dan bertahan dalam kegiatan bisnisnya.
Perlu adanya sadar diri didalam
hati para pegawai didalam perusahaan yang ingin menerapkan etika didalam bisnis
agar tidak adanya kecurangan atau kebohongan yang terjadi pada perusahaan itu
nantinya dan perlu diterapkannya sanksi atau hukuman yang berat apabila ada
salah satu pegawai yang melanggarnya, sehingga etika di dalam bisnis pun dapat
berjalan dengan baik dan lancar di perusahaan tersebut.
REFERENSI
http://adidesu.wordpress.com/2013/04/15/peraturan-peraturan-yang-berhubungan-dengan-etika-dan-profesi/
Komentar
Posting Komentar